Kamis, 23 April 2015

Bagan Formal dari Profesi Teknologi Informasi beserta Penjelasannya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAYHZbRzQdW4uGtefpZUvHkgRFUPbaJ1QBDbITvt8Z9qSaGPXmhshgM7zC0EHX3d3MnAQt5Am_aMCk6pWiooqLIi6-o4PWTV15slW6kQLrdRfCIrVoQp4HY5tmtyb_lS_7SZQVZhxIVEU/s1600/PTI.JPG


OPERATOR
Menangani operasi sistem komputer
Tugas-tugas, antara lain :
·         Menghidupkan dan mematikan mesin
·         Melakukan pemeliharaan sistem komputer
·         Memasukkan data
·         Tugas biasanya bersifat reguler dan baku

TEKNISI KOMPUTER
·         Memiliki kemampuan yang spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software
·         Mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik
TRAINER
·         Melatih keterampilan dalam bekerja dengan computer
KONSULTAN
·         Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI
·         Menberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi
·         Penguasaan masalah menjadi sangat penting
PENELITI
·         Menentukan hal-hal baru di bidang TI
·         Teori, konsep atau aplikasi
PROJECT MANAGER
Mengelola proyek pengembangan software
Tugas :
·         Menyakinkan agar pengembangan software
·         Dapat berjalan dengan lancar
·         Menghasilkan produk seperti yang diharapkan
·         Menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan

PROGRAMER
Kemampuan :
·         Membuat program berdasarkan permintaan
·         Menguji dan memperbaiki program
·         Mengubah program agar sesuai dengan sistem

GRAPHIC DESIGNER
·         Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi
·         Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web

NETWORK SPECIALIST
Kemampuan :
·         Merancang dan mengimplementasikan jaringan komputer
·         Mengelola jaringan komputer
Tugas :
·         Mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan
·         Memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya
·         Memastikan tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat

DATABASE ADMINISTRATOR
·         Mengelola basis data pada suatu organisasi
·         Kebijakan tentang data
·         Ketersediaan dan integritas data
·         Standar kualitas data

SISTEM ANALYST AND DESIGN
·         Melakukan analisis dan identifikasi terhadap sebuah sistem
·         Membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat
·         Keahlian yang diperlukan
·         Memahami permasalahan secara cepat dan akurat
·         Berkomunikasi dengan pihak lain

Sumber : http://aditri-hartanto.blogspot.com/2015/04/bagan-formal-dari-profesi-teknologi.html

Kebutuhan Terhadap Tenaga IT dibidang Industri Software Baik diluar Negeri dan di Indonesia

Kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut :
Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja.
Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang.


Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2018 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per orang.

Sarjana IT tidak hanya bisa menjadi seorang pekerja, namun juga bisa menciptakan pekerjaan sendiri.  Para lulusan IT jika didukung dengan kemampuan berwirausaha yang cukup pasti bisa menjadi pengusaha yang sukses. Hal ini didukung oleh fakta bahwa masih minimnya produk – produk IT buatan dalam negeri. Pasti pasar akan lebih memilih untuk membeli program – program buatan dalam negeri yang jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh beda dengan produk – produk luar negeri.

“Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun-tahun mendatang, diperkirakan akan melonjak drastis, seiring kemajuan teknoogi di berbagai bidang yang membutuhkan adaptasi pasaran kerja. Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2010 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per  orang. Beberapa negara maju dan berkembang saat ini memang mulai merasakan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Sumber : http://aditri-hartanto.blogspot.com/2015/04/kebutuhan-terhadap-tenaga-it-dibidang.html


Kesempatan Kerja pada Sektor Telematika di Indonesia


Kondisi sektor telematika saat ini memang tidak sekritis sektor infrastruktur lainnya seperti ketenagalistrikan, jalan, dan perhubungan. Namun, jika tidak dicermati dan diantisipasi dengan saksama, mungkin sektor telematika di Indonesia hanya menjadi pasar gemuk barang-barang konsumtif yang akhirnya berpotensi meninabobokan rakyat dan melemahkan daya saing bangsa.

Pada kenyataannya telematika mulai memperburuk situasi “keliru budaya” seperti bertelepon, menonton televisi atau DVD, serta berkirim pesan singkat (SMS) sembari mengemudi di jalan raya. Suatu kondisi yang secara langsung memperparah tingkat kemacetan yang berujung kepada rasa kesal, mudah marah, dan stres pengguna jalan di kota besar. Di sisi lain, terlambatnya operator menggelar jaringan telepon tetap telah menjadikan Indonesia tertinggal.


Rendahnya penetrasi telepon tetap (di bawah empat persen) yang ditingkahi oleh mahalnya tarif internet telah menutup peluang publik memanfaatkan telematika untuk memperbaiki tingkat sosial dan ekonomi mereka.Telepon seluler atau ponsel memang telah menjadi alternatif bertelekomunikasi. Namun, kesenjangan digital (digital divide) semakin melebar. Meski sudah mulai merambah ke daerah, ponsel terkonsentrasi di kota-kota besar. Tidak jarang sebuah keluarga memiliki lebih dari empat ponsel, sedangkan masyarakat di pedesaan belum memiliki akses. Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan industri telematika selalu berjalan lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan regulasi dan kebijakan. Kondisi yang sama juga terjadi di negara maju atau negara berkembang lainnya.

http://aditri-hartanto.blogspot.com/2015/04/kesempatan-kerja-pada-sektor-telematika.html

Spesialisasi Keahlian Komputer dan Contohnya Masing-Masing

·         Hardware dan network admin sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan. Contonya pc, server, aksesoris, hub, router, switch, perkabelan. 
·         System Administrator adalah seseorang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan sebuah sistem komputer atau jaringan yang berjalan setiap harinya disebuah organisasi/perusahaan. Contoh : sistem operasi, sevices, workgroup domain, internet domain name, messaging (email).
·         Database administrator sistem basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan data (redudansi data) contoh : oracle db, my sql dan ms-sql).
·         Programmer & System Analyst adalah Programmer adalah orang yang bertugas untuk menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh system analis(lebih memahami teknologi komputer). Sistem analis adalah orang yang bertugas untuk menganalisis sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi komputer). Contoh pemrograman (JSP, ASP, PHP dan C). 

Selain itu ada beberapa tingkatan Technology Specialist bisa di bagi sebagai berikut :

Technology Specialists I
Peran ini membutuhkan pengetahuan atau pengalaman yang seimbang di lapangan.untuk posisi entry level menerapkan keterampilan dasar.
Contoh : Pada bidang Applications/Programming, Systems Engineering, Network Analysis, IT Analysis and Equipment.

Technology Specialists II
Peran ini membutuhkan pengetahuan dan beberapa pengalaman substansial di lapangan berbagai posisi analis untuk posisi tingkat senior.
Contoh : Pada bidang  Applications Programming/Analysis, Network Analysis, IT Analysis dan posisi tingkat spesialis di System Engineering.

Technology Specialist III
Peran ini berisi  dua jalur untuk posisi Applications Programming/Analysis, Network Analysis, dan IT Analysis. Jalur pertama adalah sebagai konsultan teknis dan yang kedua sebagai penanggung jawab untuk mengajar, mengarahkan, dan mengawasi pekerjaan staff.

Technology Specialist IV
Peran ini memerlukan pengetahuan dan pengalaman kepemimpinan secara fungsional. Para ahli teknis ini memerlukan pengetahuan yang komprehensif dan pengalaman khusus yang cukup luas.
untuk posisi  tertinggi teknis di area khusus.
Contoh : Systems Engineering, Applications Analysis, Network Analysis, dan Operating Systems analysis, hingga  posisi supervisory level di Systems Engineering.

Sumber : http://aditri-hartanto.blogspot.com/2015/04/spesialisasi-keahlian-komputer-dan.html


Pengertian Computer Engineer, Computer Scientist, Software Engineer, dan Information Technology Specialist

Computer Engineering (CE) 
Mempelajari antara lain tentang bagaimana mendisain dan merancang konstruksi komputer dan sistem berbasis komputer yang baik. Ilmu yang terlibat adalah tentang hardware, software, komunikasi dan tentu saja memahami proses interaksi antar bagian tersebut.
Contoh : Rangkaian Elektronik dan sistem digital, mikroprosesor dan bahasa assembler.

Computer Science (CS)
Mempelajari antara lain tentang bagaimana mengembangkan robotik, computer vision, intelligence system, bio-informatika, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pengembangan komputer kedepannya dan juga mempelajari dasar teoritis dari informasi perhitungan dan praktis untuk implementasi sistem komputer.
Contoh : penelitian pendekatan untuk menggambarkan perhitungan untuk memecahkan masalah komputasi yang spesifik, dan interaksi manusia-komputer berfokus pada tantangan dalam membuat komputer dan perhitungan yang berguna, bermanfaat, dan universal diakses manusia.

Software Engineer
Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software.

Keahlian unik seorang software engineer adalah kemampuannya untuk merekomendasikan dan menerapkan metodologi software development terbaik dalam sebuah proyek. Metode-metode software development populer seperti RUP, Agile, Scrum, XP, TDD, BDD memiliki keunggulan dan kelemahan dan tentunya diperlukan keahlian dan pengalaman dalam merekomendasikan dan mengimplementasikan metode yang paling cocok dalam sebuah proyek software development.

Contoh : pasar online masa depan yang disebut pekerjaan IT masa depan di Amerika mencoba menjawab untuk apakah padaa pada tahun 2012 akan ada lebih banyak proyek TI, termasuk software engineer, dibandingkan pada tahun 2002.

Information Technologi Specialist
Ahli-ahli teknik pengoperasian teknologi informasi dan komunikasi membantu pengolahan sehari-hari, pengoperasiaan dan memantau sistim teknologi informasi dan komunikasi, komponen peralatan, perangkat keras, perangkat lunak dan yang berkaitan dengan perlengkapan komputer untuk memastikan pencapaian kemampuan yang lebih baik, dan mengidentifikasi setiap permasalahan Indonesia.

Contoh : Training, Course Information dan lain-lain

Sumber : http://aditri-hartanto.blogspot.com/2015/04/pengertian-computer-engineer-computer.html

Senin, 23 Maret 2015

Pengertian, Perbedaan Serta Contoh Prosedur Dan Lembar Kerja Audit

1.       IT Audit Trail, Real Time Audit, IT Forensik
A.      IT Audit Trail
Audit Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencacat semua kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. Secara rinci, Audit Trail secara default akan mencacat waktu, user, data yang diakses dan berbagai jenis kegiatan. Jenis kegiatan bisa berupa menambah, merubah, dan menghapus. Audit Trail apabila diurutkan berdasarkan waktu bisa membentuk suatu kronologis manipulasi data. Dasar ide membuat fitur Audit Trail adalah menyimpan histori tentang suatu data (Dibuat, Diubah, atau Dihapus) dan oleh siapa serta bisa menampilkannya secara kronologis. Dengan adanya trail ini, semua kegiatan dalam program yang bersangkutan diharapkan bisa dicatat dengan baik.

B.      Real Time Audit
Real Timer Audit atau RTA adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua kegiatan, dimana pun mereka berada. Ini mengkombinasikan prosedur sederhana dan logis untuk merencanakan dan melakukan dana untuk kegiatan dan "Siklus Proyek" pendekatan untuk memantau kegiatan yang sedang berlangsung dan penilaian termasuk cara mencegah pengeluaran yang tidak sesuai. 

Real Time Audit menyediakan teknik ideal untuk memungkinkan mereka yang bertanggung jawab untuk dana, seperti bantuan donor, investor dan sponsor kegiatan untuk dapat "Terlihat Di Atas Bahu" dari manajer kegiatan di danai sehingga untuk memantau kemajuan. Sejauh kegiatan manajer prihatin Real Time Audit meningkatkan kinerja karena sistem ini tidak mengganggu dan donor atau investor dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menuntut waktu manajer. Pada bagian ini dari pemodal Real Time Audit adalah metode biaya yang sangat nyaman dan rendah untuk memantau kemajuan dan menerima laporan rinci reguler tanpa menimbulkan beban administrasi yang berlebihan baik untuk staf. Mereka sendiri atau manajemen atau bagian dari aktivitas manajer.

Penghematan biaya overhead administrasi yang timbul dari penggunaan Real Time Audit yang signifikan dan meningkat seiring kemajuan teknologi dan teknik dan kualitas pelaporan dan kontrol manajemen meningkatkan menyediakan kedua manajer dan pemilik modal dengan cara untuk mencari kegiatan yang dibiayai dari sudut pandang beberapa manfaat dengan minimum atau tidak ada konsumsi waktu di bagian aktivitas manajer.

C.      IT Forensik
IT Forensics merupakan Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (Misalnya Metode sebab akibat).

Tujuan IT Forensics adalah untuk mendapatkan fakta - fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer. 

Fakta - fakta tersebut setelah di verifikasi akan menjadi bukti - bukti (Evidence) yang akan digunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT (Termasuk diantara Hacking dan alat bantu (Tools) baik hardware maupun software).

Untuk Menganalisis Barang Bukti Dalam Bentuk Elektronik Atau Data Seperti :

a.       NB / Komputer / Hardisk / MMC / CD / Camera Digital / Flash Disk dan SIM Card / HP
b.      Menyajikan atau menganalisis Chart Data Komunikasi Target
c.       Menyajikan atau Analisis Data isi SMS Target dari HP
d.      Menentukan lokasi / Posisi Target atau Mapping
e.      Menyajikan data yang atau dihapus atau hilang dari barang bukti tersebut
Data atau barang bukti tersebut diatas diolah dan dianalisis menggunakan software dan alat khusus untuk dimulainya IT Forensics, hasil dari IT Forensics adalah sebuah Chart data Analisis komunikasi data Target. 
Berikut Prosedur Forensics Yang Umum Di Gunakan Antara Lain :
a.       Membuat copies dari keseluruhan log data, files, dan lain - lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
b.      Membuat finerptint dari copies secara otomatis
c.       Membuat fingerprint dari copies secara otomatis 
d.      Membuat suatu hashes materlist
e.      Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan
Sedangkan Menurut Metode Search dan Seizure Adalah :
a.       Identifikasi dan penelitian permasalahan
b.      Membuat hipotesa
c.       Uji hipotesa secara konsep dan empiris
d.      Evaluasi hipotesa berdasarkan hasil pengujian dan pengujian ulang jika hipotesa tersebut jauh dari apa yang diharapkan
e.      Evaluasi hipotesa terhadap dampak yang lain jika hipotesa tersebut dapat diterima.

2.       Perbedaan Around The Computer dengan Trough The Computer
Audit around the computer dilakukan pada saat:
a)    Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
b)   Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan.
c)    Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.
                Audit around the computer dilakukan pada saat:
a)    Sistem aplikasi komputer memproses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperluas audit untuk meneliti keabsahannya.
b)   Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.

3.       Contoh Prosedur dan Lembar Kerja IT Audit
PROSEDUR IT AUDIT:
·         Kontrol lingkungan:
a)      Apakah kebijakan keamanan (security policy) memadai dan efektif ?
b)      Jika data dipegang oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr external auditor
c)       Jika sistem dibeli dari vendor, periksa kestabilan finansial
d)      Memeriksa persetujuan lisen (license agreement)

·         Kontrol keamanan fisik
a)      Periksa apakah keamanan fisik perangkat keras dan penyimpanan data memadai
b)      Periksa apakah backup administrator keamanan sudah memadai (trained,tested)
c)       Periksa apakah rencana kelanjutan bisnis memadai dan efektif
d)      Periksa apakah asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai

·         Kontrol keamanan logikal
a)      Periksa apakah password memadai dan perubahannya dilakukan reguler
b)      Apakah administrator keamanan memprint akses kontrol setiap user

CONTOH – CONTOH
·         Internal IT Deparment Outputnya Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam dan Fokus kepada global, menuju ke standard2 yang diakui.

·         External IT Consultant Outputnya Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya Outsourcing yang tepat dan Benchmark / Best-Practices

CONTOH METODOLOGI AUDIT IT
BSI (Bundesamt für Sicherheit in der Informationstechnik)
·         IT Baseline Protection Manual (IT- Grundschutzhandbuch )
·         Dikembangkan oleh GISA: German Information Security Agency
·         Digunakan: evaluasi konsep keamanan & manual
·         Metodologi evaluasi tidak dijelaskan
·         Mudah digunakan dan sangat detail sekali
·         Tidak cocok untuk analisis resiko
·         Representasi tdk dalam grafik yg mudah dibaca

LEMBAR KERJA AUDIT
Lembar Kerja Pemeriksaan Through The Computer

Apakah kebijaksanaan pengamanan penggunaan aplikasi  telah memperhatikan prinsip-prinsip umum kontrol aplikasi yang meliputi :
a)      Pemisahaan tugas …antara … pengguna, operasi, dan pengembangan                            Y/T
b)      Penggunaan … hanya …. yang berwenang           Y/T
c)       Menjamin …. data … telah divalidasi                      Y/T
d)      Menjamin … data yang ditransfer   benar dan lengkap         Y/T
e)      Tersedianya jejak audit yang memadai serta penelaahan oleh pihak yang berwenang                Y/T
f)       Tersedianya prosedur restart dan recovery          Y/T
Target Pemeriksaan
Untitled
Contoh :
Untitled2

a)      Input Control ?
b)      Processing Control ?
c)       Error Correction ?
d)      Output Control ?
e)      End Documentation ?
f)       Authorization ?
g)      Security ?
h)      Separation of Duties ?
i)        File Maintenance ?

4.       Tools Yang Digunakan Untuk IT Audit dan Forensik
a)      Hardware
·         Harddisk IDE dan SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR drives
·         Memori yang besar (1-2 GB RAM)
·         Hub, Switch, keperluan LAN
·         Legacy hardware (8088s, Amiga)
·         Laptop Forensic Workstations

b)      Software
·         Viewers (QVP http://www.avanstar.com/, http://www.thumbsplus.de/)
·         Erase/Unerase tools : Diskscrub/Norton Utilities
·         Hash utility (MD5, SHA1)
·         Text search utilities (dtsearch http://www.dtsearch.com/)
·         Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback)
·         Forensic toolkits
§  Unix/Linux : TXT The Coroners Toolkit/ForensiX
§  Windows : Forensic Toolkit
·         Disk editors (Winhex)
·         Forensic aquisition tools (DriveSpy, EnCase, Safeback, SnapCopy)
·         Write-blocking tools (FastBlock http://www.guidancesoftware.com/) untuk memproteksi bukti-bukti
·         Forensic software tools for Windows (dd for Windows, Encase 4, FTK, MD5, ISOBuster)
·         Image and Document Readers (ACDSee, DecExt)
·         Data Recovery/Investigation (Active Partition Recovery, Decode – Forensic Date/Time Decoder)
·         Dll.





Profesionalisme DI Bidang Teknologi Informatika

1.       Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

2.       Ciri-ciri Profesionalime 
Seorang IT harus memiliki sesuatu yang berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

a.       Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan IT-nya ke dalam pekerjaannya.
b.      Punya ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
c.       Bekerja di bawah disiplin kerja
d.      Mampu melakukan pendekatan disipliner
e.      Mampu bekerja sama
f.        Cepat tanggap terhadap masalah client.

                contoh ciri – ciri profesionalisme di bidang IT adalah :
a.       Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
b.      Asosiasi profesional Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
c.       Pendidikan yang ekstensif Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
d.      Ujian kompetensi Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
e.      Pelatihan institutional Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
f.        Lisensi Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
g.       Otonomi kerja Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
h.      Kode etik Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
i.         Mengatur diri Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
j.        Layanan publik dan altruisme Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
k.       Status dan imbalan yang tinggi Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

3.       Kode Etik Profesi Bidang Teknologi Informatika

a.       Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi (TI)
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.

Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).

b.      Kode Etik Pengguna Internet
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:

o   Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
o   Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/ institusi lain.
o   Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
o   Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.
o   Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.
o   Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
o   Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumberdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
o   Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku dimasyarakat internet umumnya dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap segala muatan/ isi situsnya.
o   Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung.

c.       Etika Programmer
Adapun kode etik yang diharapkan bagi para programmer adalah:

o   Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
o   Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
o   Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja untuk membingungkan atau tidak akurat.
o   Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta kecuali telah membeli atau meminta ijin.
o   Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa ijin.
o   Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
o   Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek secara bersamaan kecuali mendapat ijin.
o   Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain untuk mengambil keunutungan dalam menaikkan status.
o   Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
o   Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja
o   Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
o   Tidak boleh mempermalukan profesinya.
o   Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
o   Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer akan mendapatkan keuntungan dalam membetulkan bug.
o   Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.

Sumber :